Hindari Konflik, Semua Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Tandatangani Ikrar - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Jumat, 24 Juli 2015

    Hindari Konflik, Semua Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Tandatangani Ikrar



    Kotabaru -
    Untuk mengantisipasi dan menghindari konflik yang terjadi seperti di Tolikara Papua, sejumlah Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda berkumpul di Mapolres Kotabaru guna menandatangi ikrar kesepakatan bersama, Jumat (24/07/15).

    Acara yang berlangsung di aula pertemuan Mapolres Kotabaru tersebut, selain dihadiri perwakilan FKPD Kotabaru juga oleh perwakilan Tokoh Agama, yaitu H.Muchtasor (Ketua FKUB Kabupaten Kotabaru), H.Muhtar Mustajab (Ketua MUI Kotabaru), I Ketut Buderane (Tokoh Hindu), Diakan Andreas (Tokoh Katholik), PDT Tuah Kutuuni (Ketua Gereja Kalimantan Evangelis), Alfonsus A (Tokoh Katholik) dan Gin Lan (Tokoh Budha).

    Disaksikan oleh Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto,SIK,MH, dan para perwakilan Fokum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Tokoh Agama tersebut menandatangani Ikrar Kesepakatan yang berisikan 3 point yaitu : tidak akan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang akan menyesatkan dan merusak kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kotabaru, memberikan rasa aman,tentram dan damai dalam bertoleransi melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, serta menjaga ketentraman dan kedamaian antar umat beragama dan ikut menciptakan terciptanya situasi kondisi aman tertib di Kabupaten Kotabaru.

    Selain para Tokoh Agama yang membubuhkan tanda tangan kesepakatan, para Tokoh Masyarakat, tokoh LSM, dan Tokoh pemuda Kotabaru juga ikut menandatangi kesepakatan bersama itu.
    Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto,SIK,MH mengatakan, dengan penandatanganan ikrar bersama ini, diharapkan di Kabupaten Kotabaru akan tercipta kerukunan umat beragama.

    "Dalam pertemuan ini, kita undang pula unsur FORKOPIMDA dan LSM di Kotabaru. Kenapa LSM juga kita undang, karena mereka juga sangat dekat dengan masyarakat," ungkapnya.

    Ditambahkan Suhasto, ikrar bersama itu merupakan simbol kerukunan yang diharapkan kepada para Tokoh Agama, selanjutnya dapat melaksanakan suatu pertemuan rutin. Dan dalam pertemuan rutin itu, dapat disampaikan kepada seluruh umat dan jama'at masing-masing.

    Menurut Suhasto, kita melihat di Kotabaru, dari turun temurun tidak pernah terjadi konflik antar umat beragama, tapi bukan berarti itu tidak akan terjadi.

    "Kita jangan sampai terlena, kita perhatikan prosesnya bagaimana menjaga kerukunan antar umat beragama. Yang kita perhatikan, proses dimana kita terus menjalin komunikasi umat beragama," ujar Suhasto.

    Diungkap Suhasto, acara koordinasi antar Tokoh Agama dan Lintas Masyarakat direncanakan akan terus digelar sedikitnya tiap bulan sekali. Hal itu dilakukan untuk lebih mempererat silaturrahmi dan lebih memahami arti sebuah toleransi.

    "Kita mengajak semua pihak, agar tidak mudah terprovokasi oleh segala pemberian informasi yang tidak bertanggung jawab, yang sifatnya memecah belah antar kerukunan masyarakat di Kotabaru," pungkasnya.

    Mewakili Bupati Kotabaru, Asissten 1 Sekretariat Daerah Kotabaru, ‎Said Husen Al kadri M.si mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kotabaru yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

    "Acara ini sangat penting sekali buat ketertiban dan keamanan di Kotabaru. Tanpa ketertiban keamanan dan tanpa kondisi yang kondusif, tertib dan aman, mustahil penyelenggaraan pemerintah bisa berjalan dengan baik," kata Said Husein.

    Dengan adanya acara seperti ini lanjut Said Husein lagi, adalah sarana silaturahmi antara Pemerintah (Eksukutif) dan masyarakat. Disini akan terjadi hubungan Interaksi antara Pemerintah, rakyatnya dan Organisasi kemasyarakatan.

    Hal yang sama diungkap oleh Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kotabaru, KH Muhtar Mustajab mengatakan, pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Kotabaru dan Bupati serta seluruh yang hadir, baik dari Pejabat, Tokoh Agama dan LSM dan lainnya. Selama 65 tahun usia Kabupaten Kotabaru, telah dihuni beragai etnis dan agama, alhamdulillah masih rukun dan damai.

    "Hampir 40 golongan Etnis yang ada di Kotabaru, alhamdulillah pada saat ini tidak pernah ada bentrok antar etnis dan sara. Harapan kita, yang penting semoga situasi dan kondisi aman seterusnya," harapnya.

    Sementara Pimpinan Gereja Kalimantan Evagelis (GKE) Kotabaru, PDT Tuah Kutuuni juga sangat mendukung dan bersyukur dengan sigapnya antisipasi Kapolres, yang langsung mengadakan pertemuan antar umat beragama di Kotabaru.

    "Kita semua sepakat, Agama adalah sumber perdamaian dan sumber kerukunan kita semua. Untuk itu, saya sangat berterimakasih kepada Kapolres Kotabaru yang sudah menjadi pelopor pertemuan semua Tokoh Agama, Masyarakat dan LSM dalam mengantisipasi hal hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.(Hasan)














    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda