Koramil Satui Sosialisasikan Penggunaan Alsintan - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Kamis, 26 November 2015

    Koramil Satui Sosialisasikan Penggunaan Alsintan




    Tanah Bumbu -
    Koramil 1022-04 Satui adakan pertemuan sosialisasi dengan para petani terkait operasional Alsintan dengan bekerjasama beberapa pihak terkait dalam bidang pertanian di Desa Satui Timur Kecamatan Satui, Selasa (24/11/15).

    Dalam pertemuan tersebut, Koramil Satui yang bekerjasama dengan pihak dari BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan), PKL, Mantri Tani maupun perusahaan PT.UBJ untuk meberikan tentang pelatihan operasional Alsintan.

    Bagaimana cara penggunaan dan pemeliharaan hand traktor maupun pengunaan pupuk organik serta pengolahannya dengan modal yang lebih murah sehinga menghasilkan padi maupun palawija lebih menguntungkan pihak petani.

    Koramil Satui Kapt.Inf Aries PH mengatakan kepada media, dalam rangka peningkatan hasil pertanian di Kecamatan Satui, khususnya Desa Satui timur dengan lahan seluas 500 hektar, kami melakukan kerja sama dengan pihak terkait seperti BP3K, Mantri Tani dan PT.UBJ selaku Donator.

    "Dengan adanya pertemuan ini, kami adakan sosialisasi dengan para petani dari Kelompok Tani Desa Satui Timur, Desa Sinar Bulan dan Desa Makmur Mulia. Mudah-mudahan kedepannya, para petani lebih optimal serta meningkat dalam bidang pertanian, baik padi maupun palawija hingga bisa menjadi petani yang sukses," ungkap Kapt Aries.

    Sementara dari BP3K, Rominah Sp.I menghimbau kepada para petani agar mengunakan teknologi yang tepat guna, dengan wawasan lingkungan, terutama pengunaan pupuk organik yang ramah lingkungan, dapat diterima oleh unsur tanah.

    "Kami sangat mengharapkan kepada seluruh kelompok tani agar mengunakan pupuk organik, meski sebenarnya kita tidak bisa melepaskan pupuk yang lain seperti pupuk Urea, NBK, Pelangi dan ZA, karena sesuai himbauan Presiden RI agar para petani mengunakan bibit-bibit ungul," pintanya.

    Mewakili petani lainnya, Jumandri menyebut, dikarenakan bibitnya yang berbeda-beda hingga sebagian dari mereka masih ada yang memanen 6 - 7 bulan sekali. Diakuinya, masih banyak kendala yang dihadapi dalam mengolah lahan dalam bertani.

    "Memang kami masih ada kendala dibidang pengunaan alat maupun cara pemupukan yang benar. Selain itu masalah serangan hama tikus juga sangat mengganggu, namun dengan adanya sosialisasi ini semua masalah tersebut bisa terpecahkan," sebutnya.(Edy.S).







    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda