Poltek Batulicin Tanah Bumbu Terima Penghargaan Tertinggi Kemenlu RI - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    1 / 6
    2 / 6
    3 / 6
    4 / 6
    5 / 6
    6 / 6

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Kamis, 05 Januari 2023

    Poltek Batulicin Tanah Bumbu Terima Penghargaan Tertinggi Kemenlu RI

    Tanah Bumbu -
    Kabar gembira kembali datang untuk jajaran Poli Teknik (Poltek) Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Setelah sebelumnya memperoleh Sertipikat Akreditasi untuk Prodi Teknik Pertambangan dari LAM Teknik, kini Penghargaan kembali datang dari Kementerian Luar Negeri.

    Hal ini diungkap oleh Direktur Poltek Batulicin, HM. Idjra'i M.Pd yang telah menerbitkan surat kepada Wakil Direktur Poltek Batulicin Ribut Giyono S.Pd  untuk menghadiri undangan Malam Penghargaan Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award 2022 di Jakarta.

    "Alhamdulillah, merupakan suatu anugerah pada awal Tahun 2023 ini jajaran Poltek Batulicin menerima Penghargaan, apalagi Penghargaan ini datangnya dari Menteri Luar Negeri. Sungguh suatu kebanggaan dan motivasi bagi kami untuk melangkah lebih maju mengembangkan pendidikan di Kabupaten Tanah Bumbu ini," ungkap Idjra'i.

    Sementara Wakil Direktur Poltek Batulicin, Ribut Giyono yang juga adalah Kepala Bidang Akademik dan Perencanaan, mengaku sangat bersyukur dan bangga mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Luar Negeri RI.

    "Penghargaan Hassan Wirajuda Pelindungan WNI ini adalah Penghargaan Tertinggi dari Kementerian Luar Negeri," ungkap Ribut Giyono.

    Sebenarnya sambung Ribut, ada 8 Katagori penerima Penghargaan Hassan Wirajuda ini, saya sendiri adalah penerima penghargaan Kategori Masyarakat Madani, yakni pada kontribusi dalam mendukung upaya-upaya pelindungan WNI di Luar Negeri.

    "Rencananya, Penghargaan ini akan diserahkan langsung oleh Ibu Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi pada acara yang dilaksanakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta," pungkasnya. (Red)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda