Penemuan Mayat Membusuk di Kebun Hebohkan Warga - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 13,17 Juta Kali

    Rabu, 27 Mei 2026

    Penemuan Mayat Membusuk di Kebun Hebohkan Warga

    Tanah Bumbu -
    Warga Desa Makmur Jaya, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu mendadak geger.

    Lantaran seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di area perkebunan pisang dan singkong pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

    Korban diketahui ber inisial S(61), seorang wiraswasta asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang selama ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui.

    Kapolres Tanah Bumbu melalui Kasi Humas Ipda Supriyo Sanyoto, mengonfirmasi adanya penemuan mayat tersebut.

    Begitu menerima laporan, personel Polsek Satui bersama Unit INAFIS Sat Reskrim Polres Tanah Bumbu langsung bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    “Personel Polsek Satui bersama Unit INAFIS Sat Reskrim Polres Tanah Bumbu telah melakukan pengamanan TKP.,” ujar Ipda Supriyo Sanyoto, Kamis (28/5/2026).

    Ipda Supriyo menjelaskan peristiwa memilukan ini bermula ketika korban dilaporkan tidak kunjung pulang ke rumah kontrakannya sejak Minggu, 24 Mei 2026.

    “Pada Sabtu (23/5/2026), korban terakhir kali terlihat oleh seorang saksi bernama Mahmudi saat mengambil uang hasil penjualan oli bekas, lalu berpamitan untuk pergi ke kebun miliknya,” Jelas Ipda Supriyo.

    Keberadaan korban mulai dipertanyakan setelah anak kandungnya yang berada di luar daerah menghubungi pemilik kontrakan, Usman, pada Rabu pagi karena ponsel sang ayah sudah tidak aktif selama beberapa hari.

    Mendapat informasi tersebut, Usman langsung mencari informasi mengenai lokasi kebun korban. Bersama seorang rekannya, Mat Tohir, mereka bergegas melakukan pencarian ke area perkebunan pisang dan singkong di Gang Sekawan.

    Sesampainya di lokasi kebun sekitar pukul 11.00 WITA, kedua saksi mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat. Setelah ditelusuri, mereka terkejut menemukan korban sudah dalam posisi terlentang dan meninggal dunia.

    Usman kemudian langsung mengabarkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan melaporkannya ke Polsek Satui.

    Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis awal oleh pihak dokter, kondisi jenazah diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

    Jasad korban ditemukan dalam kondisi membengkak, membusuk, dan mulai dipenuhi belatung dari bagian kepala hingga kaki.

    Meski kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut, pihak kepolisian memastikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana.

    “Berdasarkan keterangan awal dari pihak dokter, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi dugaan tindak pidana. ,” terang Ipda Supriyo Sanyoto.

    Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di kediaman kerabatnya, Mahmudi, untuk proses persiapan pemakaman sembari menunggu kedatangan anak kandung korban yang sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Satui.

    Pihak keluarga korban sendiri menyatakan telah mengikhlaskan peristiwa ini dan menganggapnya sebagai musibah. Mereka juga telah membuat serta menandatangani surat pernyataan resmi untuk menolak dilakukan autopsi lebih lanjut. (Rel) 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda