Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2AP2KB) Kab.Kotabaru terus mendorong pelaksanaan Program Keluarga Berencana KB Serentak.
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting, Senin (29/06/26).
Kepala Bidang (KB) Keluarga Berencana DP2AP2KB Kotabaru, Suhartati, SST.Bdn., MPH, mengatakan pelayanan KB Serentak yang sedang berlangsung meliputi KB pasca persalinan, KB MKJP Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Serta pelayanan bagi akseptor baru.
"Pada momentum Harganas tahun ini kami mendapat target KB MOW 81,0 persen, Hingga saat ini sudah tercapai 17 aksektor dan kami optimistis jumlah tersebut hingga di akhir Harganas ini pada Juli mendatang akan terus bertambah mencapai 21 orang " ujarnya
Untuk Pencapaian sementara peserta KB baru mencapai sekitar 17 persen dalam rangka Harganas, Sementara Pelayanan KB jangka panjang mencapai 26,9 persen, dan KB pasca persalinan sebesar 40 Untuk KB Unmet need sekarang 16,2 persen, Urutan KB Unmet need di wilayah kepulauan tercatat sekitar 14,33 persen, KB aktif ada 45,19 persen atau 826 persen.
DP2AP2KB mengoptimalkan Program Bangga Kencana melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan desa, kader PKK, dan kader KB. Tim tersebut secara rutin melakukan pendampingan kepada ibu hamil hingga masa pasca persalinan serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan.
Ia juga edukasi kepada remaja juga terus diperkuat melalui Program Generasi Berencana (Genre) Bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), DP2AP2KB bersama Duta Genre turun langsung ke sejumlah wilayah, Pulau Laut Barat, Pulau Tanjung Selayar, dan Pulau Laut Kepulauan.
"Para remaja diberikan pemahaman mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan, menghindari seks di luar nikah, dan tidak melakukan kekerasan.
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, DP2AP2KB juga menghadirkan layanan KB keliling yang dilaksanakan pada berbagai momentum nasional, Seperti Pelayanan KB Serentak, Bhakti TNI KB Kesehatan, dan Harganas.
" Suhartati mengakui tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat, khususnya pria, untuk mengikuti Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, hingga akhir 2024, jumlah akseptor MOP di Kotabaru tercatat sebanyak 14 Orang dan Di Tahun ini belum ada laporan akhir," ungkapnya
Mitos atau Fakta bahwa KB menyebabkan gemuk atau mandul, Merupakan KB yang paling sulit di masyarakat.
"Menurutnya yang agak sulit kita temukan di Asektor adalah IUD, Sebenarnya malah tidak ada hormon Sebagian besar masyarakat justru lebih memilih menggunakan implan," katanya
Program pembinaan keluarga seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) juga masih terus berjalan, meski pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Saat ini, Program Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja menjadi salah satu kegiatan yang paling aktif berkat dukungan para Duta Genre.
Hingga akhir 2026 DP2AP2KB menargetkan peningkatan kualitas keluarga melalui penguatan kelompok kegiatan masyarakat serta pembinaan Duta Genre sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
"Kendala terbesar kami adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat. Sebagian masih menganggap program keluarga berencana belum menjadi kebutuhan penting, Karena itu edukasi dan sosialisasi akan terus kami tingkatkan agar masyarakat semakin memahami manfaat perencanaan keluarga bagi kesejahteraan dan masa depan anak. Pendewasaan Usia Perkawinan, tidak melakukan seks di luar nikah dan tidak menggunakan NAPZA," pungkas Suhartati. (Lana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.