Bang Dhin Kawal Bantuan Sosial ke Masyarakat Tepat Sasaran - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Anda Pengunjung ke 14.185.196

    Selasa, 18 Agustus 2026

    Bang Dhin Kawal Bantuan Sosial ke Masyarakat Tepat Sasaran

    Banjarmasin -
    Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Komisi IV H.M. Syaripuddin yang membidangi kesejahteraan rakyat menyoroti pentingnya akurasi data pengelompokan desil dalam Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial yang adil dan tepat sasaran kepada masyarakat di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

    Berdasarkan data SIKS-NG Kementerian Sosial RI per April 2026, tercatat sebanyak 1.484.236 keluarga atau 4.371.230 jiwa penduduk Kalimantan Selatan yang telah terdata dalam sistem tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 132.231 keluarga masih berstatus “Belum Peringkat” karena belum diverifikasi dan divalidasi, sementara 38.557 keluarga lainnya berstatus “Nonaktif”.

    “Data ini menunjukkan bahwa penargetan bantuan sosial di Kalimantan Selatan sudah cukup baik, namun masih ada ruang perbaikan, terutama pada kelompok yang belum diperingkat. Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut hak dasar warga yang seharusnya menerima bantuan namun masih tertunda karena persoalan administrasi data,” ujar H.M. Syaripuddin.

    Ia menjelaskan bahwa pengelompokan desil berperan sebagai instrumen penargetan (targeting tool) dalam kebijakan bantuan sosial. Keluarga pada Desil 1 dan 2 merupakan kelompok termiskin dan rentan yang menjadi prioritas utama penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan bantuan sosial tunai lainnya.

    Sementara keluarga pada Desil 3 dan 4 diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi sebagai jembatan menuju kemandirian.

    Sejumlah kabupaten/kota tercatat memiliki jumlah keluarga Desil 1 tertinggi, di antaranya Kabupaten Banjar dengan 7.789 keluarga, Kota Banjarmasin dengan 8.965 keluarga, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan 7.325 keluarga.

    Wilayah-wilayah ini, menurut H.M.Syaripuddin semestinya menjadi prioritas alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan ekstrem baik dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/Kota.

    Bang Dhin juga mendorong beberapa langkah strategis kepada Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, yaitu: pertama, mempercepat verifikasi dan validasi data keluarga berstatus “Belum Peringkat” agar segera mendapatkan hak bantuannya; kedua, memutakhirkan data “Nonaktif” secara berkala melalui pemadanan dengan data kependudukan (Dukcapil) guna mencegah penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran; dan ketiga, memperkuat koordinasi lintas dinas serta melibatkan pemerintah desa dan kelurahan dalam proses pemutakhiran data secara partisipatif.

    “Kami di Komisi IV akan terus mengawal proses pemutakhiran data ini melalui fungsi pengawasan dan anggaran DPRD, agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, dan tidak ada lagi warga miskin yang tertinggal hanya karena data yang belum diperbarui,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang merasa berhak namun belum menerima bantuan, untuk aktif melapor ke pemerintah desa/kelurahan atau Dinas Sosial setempat agar data kesejahteraannya segera diperbarui dalam sistem SIKS-NG. (Rel) 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda