Tak Direstui Keluarga,Atlit Karate Gantung Diri - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Sabtu, 21 Februari 2015

    Tak Direstui Keluarga,Atlit Karate Gantung Diri



    Bidik Kalsel -
    Gara gara hubungan kasihnya tak direstui oleh orang tuanya, Atlit Karate-do Lemkari Kotabaru bunuh diri.

    Sungguh malang nasib Agus (18 th), karena hubungan kasihnya tak direstui dan ayahnya kawin lagi dengan perempuan lain, murid SLTA kelas 10 yang juga merupakan seorang atlit karate tersebut, terpaksa hidupnya harus berakhir ujung diseutas tali.

    Jasad Agus ditemukan oleh kakaknya, Ari pada Rabu (18/02/15) tengah malam dikamar mandi rumahnya. Saat ditemukan, jasad Agus sedang tergantung pada seutas tali, dan hal itu rupanya tak diketahui oleh penghuni rumah karena semua pada lelap tertidur.

    Melihat jasad adiknya sedang tergantung, Ari langsung membangunkan orang tua dan saudaranya yang lain.

    "Saya kaget dan tak percaya, melihat adik saya melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri begitu," ungkap Ari shock.

    "Sejak umur 8 tahun, almarhum sudah belajar karate dan selalu menorehkan prestasi dicabang karate, baik tingkat Kabupaten maupun Propinsi," tambahnya.

    Hal itu dibenarkan oleh salah seorang pelatih karate, Rosihan Anwar yang menyebut, almarhum Agus adalah anak yang berbakat dan berprestasi.

    "Prestasinya terlihat, semenjak dia memegang sabuk Hijau, dan seterusnya selalu ikut ditiap turnamen yang digelar didaerah," terang Rosihan.

    Sementara ibu almarhum Agus yang tak ingin namanya disebut mengatakan, anaknya bunuh diri karena bapaknya menikah lagi sama seorang perempuan lain. Selain itu lagi, bapaknya juga tak merestui hubungan asmara Agus dengan kekasihnya.

    "Mungkin karena permasalahan tersebut, dia jadi banyak pikiran dan tak mampu menahan beban bathin, hingga mengambil jalan pintas bunuh diri," bebernya.

    Dikuatkan lagi oleh paman korban, Waldi yang menyebut sudah setahun lamanya Agus menahan beban pikiran, akibat permasalahan yang dia derita.

    "Namanya anak masih labil, tak tahan menanggung perasaan duka yang selalu menjadi beban pikirannya, akhirnya dia melakukan jalan pintas," ujar Waldi menyesalkan. (Ardy/M12)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda