Forum Komunikasi CSR Tanbu Gelar Bhakti Sosial - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Selasa, 19 Mei 2015

    Forum Komunikasi CSR Tanbu Gelar Bhakti Sosial

    Bidik Kalsel -
    Untuk membantu memenuhi pasokan darah di RSUD Andi Abdurrahman Noor Sepunggur, Forum Komunikasi CSR Tanah Bumbu menggelar Bhakti Sosial berupa Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis, Senin (18/05/15).

    Menurut Ketua Harian Forum Komunikasi CSR Tanbu, Dewi Hertiningsih SHM menyebut, dari 69 perusahaan yang tergabung dan menjadi anggota, pihaknya hanya selaku fasilitator dan pelaksana kegiatan, karena semua dana berasal dari iuran bulanan para anggota.

    "Target hari ini 200 kantong darah, karena keperluan dari pihak Rumah Sakit sekitar 150 kantong perbulan," terang Dewi sambil menyebut, Forum Komunikasi CSR memiliki 4 Program Unggulan.

    Ditambahkannya, acara Donor Darah yang digelar hari ini bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Tanbu, yang juga didukung oleh PT Jhonlin Group dan BPBD Tanbu adalah yang pertama kalinya, namun sebelumnya juga sempat melaksanakan acara Lomba Mewarnai Tingkat Sekolah Taman Kanak Kanak.

    "Digelarnya acara ini adalah dalam rangka CSR Peduli Masyarakat, dengan tema 'Bukti Cinta Untuk Sesama, dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh anak anak PMR SMA 2 Simpang Empat, Putri Duta Wisata Tanbu, Siswa Poltek Batulicin dan didukung pula oleh Band Kula Kita Project untuk menghibur," jelasnya.

    Masih menurut Dewi, direncanakan dalam 3 hingga 6 bulan kedepan akan digelar lagi Bhakti Sosial lanjutan, dan bahkan kini juga pihaknya sedang memproses untuk pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi.

    "Kami masih menunggu sinyal dari Pemda setempat untuk peluncuran Program Beasiswa itu, karena dikhawatirkan akan terdabling dengan Program Pemkab yang ada," pungkasnya.

    Sementara mewakili Ketua PMI Tanbu, Rike Kartika SE menyebut, dari target 200 kantong darah yang diterima dari para warga pendonor, maksimal yang bisa digunakan hanya sekitar 100 kantong darah saja, karena tidak semua darah bisa dipergunakan untuk para pasien.
    "Paling susah mendapatkan darah golongan A dan B, untuk itu maka setiap warga pendonor akan kami catat data alamatnya, agar suatu saat bisa dihubungi lagi jika ada pasien yang memerlukan darah yang golongannya sama. Pada intinya, donor darah ini adalah untuk membantu diri sendiri juga, karena setiap darah yang didonorkan maka akan membuat pergantian darah baru yang lebih bagus dan menyehatkan badan," bebernya.

    Selain itu lagi ujar Rike, dengan donor darah juga bisa terdeteksi dan terpantau warga yang diduga terinfeksi virus HIV AIDS, karena darah yang diterima oleh PMI akan dilakukan proses pemeriksaan sebanyak 2 tahapan dan kemudian dikirim ke Banjarmasin untuk diperiksa dan dianalisa lagi sebanyak 2 kali untuk memastikan.

    "Yang mana terdeteksi ada mengandung virus maka akan bertahan di Banjarmasin untuk diperiksa lagi, sedangkan yang layak dan bisa digunakan akan dikirim ke Tanah Bumbu," pungkasnya.

    Anggota Dewan Pembina Forum Komunikasi CSR Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Rudi mengatakan, kegiatan yang digelar oleh Forum Komunikasi CSR Tanbu sudah mewakili beberapa program kegiatan perusahaan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, dan acara yang akan datang nantinya akan kita koordinasikan lagi dengan para pengurus.

    "Hal ini sudah sangat mewakili program kegiatan perusahaan yang menjadi anggota, hanya saja untuk kegiatan yang akan datang, akan kita koordinasikan lagi dengan semua para pengurus, acara apa saja lagi yang bakal kita gelar secara berkala nantinya. Dan tentunya mendapat dukungan dari semua pihak, agar semua kegiatan bisa maksimal dan lebih baik sesuai yang kita harapkan," sebut Andi Rudi.

    Sayangnya, entah mungkin karena kurang sosialisasi dan kurangnya minat para warga, atau mungkin juga karena sudah pernah mendonorkan darahnya hingga acara Bhakti Sosial yang digelar di halaman Kantor Forum Komunikasi CSR Tanbu, Jalan Insgub Kampung Baru Simpang Empat tersebut kurang mendapat respon warga, sebab dari 200 orang pendonor yang ditarget hanya bisa menjaring sebanyak 57 pendonor saja dan 63 orang yang cek kesehatan.(M12)












    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda