Bersama Akademisi, Minamas Ciptakan Desa Mandiri Cegah Api - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Selasa, 19 April 2016

    Bersama Akademisi, Minamas Ciptakan Desa Mandiri Cegah Api

    Banjarmasin –
    Untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Sumatra dan Kalimantan Selatan, Minamas Plantation menggandeng akademisi menjadi pembimbing dan penyuluh yang akan melakukan kegiatan perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah terjadinya karlahut tersebut.
    Pengukuhan kerjasama dengan Universitas Riau (UR) dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) ini dilaksanakan pada 18 April 2016, yang secara resmi dilakukan penandatanganan kerjasama perusahaan yang disaksikan oleh para pemangku kepentingan terkait.

    Menurut Presiden Direktur Minamas Plantation Roslin Azmy Hassan, "dalam upaya tindakan pencegahan kebakaran berbagai pihak harus bergandengan tangan. Program kerjasama ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menstimulasi warga masyarakat agar mengetahui bahaya api serta mengadopsi cara pembukaan lahan dan mengelola limbah hasil pertanian dengan cara tanpa membakar. Tujuannya, meningkatkan kepedulian masyarakat akan bahaya kebakaran dan memberikan solusi jangka panjang yang berkelanjutan terhadap penanganan isu bencana asap.

    Untuk penanganan karlahut, Minamas Plantation mengutamakan pencegahan. Program kerjasama kali ini diikuti 11 desa yakni Desa Kuala Gasib, Desa Tualang Timur, Desa Pematang Damar dan Desa Mandala Teladan di Riau. Sedangkan tujuh desa untuk area Kalimantan Selatan yaitu Desa Bepara, Desa Harapan Baru, Desa Binturung, Desa Lintang Jaya, Desa Wonorejo, Desa Bekambit dan Desa Sejakah.

    Pelatihan akan melibatkan masyarakat setempat dalam menjalankan pertanian berkelanjutan dengan kebijakan zero burning. Para ilmuwan Universitas akan berbagi pengetahuan dan keahlian yang memanfaatkan sumber daya pelatih dan pendidiknya menemukan solusi tuntas bagi masyarakat setempat perihal bencana asap.

    Para peneliti dan ilmuwan bersama dengan tenaga pendamping dari Universitas, akan melakukan kegiatan pendampingan dan hidup bersama ditengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi faktor - faktor sosial ekonomi yang memaksa mereka melakukan pembakaran lahan setiap tahunnya, dan mengevaluasi pendekatan apa yang paling tepat sasaran untuk dapat diterapkan di wilayah bersangkutan.

    Camat Kecamatan Pamukan Utara, Drs. Saukani, mengapresiasi Minamas Plantation atas upaya pencegahan terjadinya karlahut melalui program kerjasama yang dilakukan Perusahaan. "Program yang dilakukan Minamas Plantation ini patut diapresiasi karena merupakan upaya pencegahan kebakaran lahan. Masalah kebakaran yang terjadi selama ini, dikarenakan adanya cara-cara membuka lahan yang masih tradisional dan turun temurun.

    "Melalui program ini, diharapkan dapat merubah pola pikir dan perilaku masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kami mengucapkan terima kasih atas program ini, karena belum ada perusahaan lain yang melakukan program melalui pendekatan kemasyarakatan dan melibatkan Universitas," ujarnya.

    Sebelumnya, pada tahun 2015, Minamas Plantation, melalui anak Perusahaan PT Bhumireksa Nusasejati di Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau, tercatat telah melakukan langkah konkret dalam upaya melindungi lingkungan dengan menekan tingkat kebakaran di lahan masyarakat seputar unit operasi Perusahaan menjadi zero burning. Bersama UR, Perusahaan membina empat desa selama 10 bulan – di area yang sebelumnya memiliki titik api tertinggi sepanjang tahun 2013-2014.

    Sejak digulirkannya program kerjasama dengan UR pada April 2015 hingga berakhir pada Januari 2016, tidak ada lagi lahan terbakar, atau zero burning. Hal ini tercapai dengan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pengelolaan lahan dan limbah kelapa dari hasil perkebunan masyarakat.

    Menurut Yosi Ismail, wakil Kelompok Tani Mahoni dari Desa Teluk Bunian, "pendampingan dan pemahaman yang diberikan PT Bhumireksa Nusasejati bersama UR telah membuka mata kami untuk tidak melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan. Sekarang, di kampung kami, tidak ada lagi kebakaran lahan dan kami mengelola lahan tanpa membakar," ujarnya.

    Selain itu, "kami juga diberikan ketrampilan khusus dalam meningkatkan mata pencarian hidup melalui kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah pertanian untuk pupuk organik, dan pemanfaatan limbah sabut kelapa dan lidi kelapa menjadi barang kerajinan tangan yang bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat desa.

    "Minamas Plantation telah melakukan berbagai upaya konkret untuk memastikan tata kelola perkebunan yang memperhatikan aspek lingkungan. Kami berkomitmen mengedepankan prinsip pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi kesejahteraan petani. Bagi pelaku bisnis di Indonesia terutama yang bergerak di industri sawit, kami dihadapkan pada tantangan agar terus mampu melanjutkan praktik-praktik pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan yang menekankan pada aspek perlindungan lingkungan," papar Roslin Azmy Hassan. (Rel)

    Powered by Telkomsel BlackBerry®










    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda