Aneh, Meski Tak Jauh Dari Perkotaan, Belasan Desa Masih Tertinggal - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    Bacaleg PDI Perjuangan Tanah Bumbu

    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #
    #

    ©Bidik Kalsel

    Berita 1

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Kamis, 27 Agustus 2020

    Aneh, Meski Tak Jauh Dari Perkotaan, Belasan Desa Masih Tertinggal

    Tanah Bumbu -
    Setelah dilakukan Verifikasi di Tingkat Kabupaten hasil pengukuran Indeks Desa Membangun Tahun 2020, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengukuran Status Perkembangan Desa IDM Tahun 2020, ternyata masih terdapat belasan desa tertinggal di Kabupaten Tanah Bumbu.

    Adapun Desa Tertinggal tersebut berada di Kecamatan Kusan Hilir, Simpang Empat, Mantewe dan Kecamatan Kusan Hulu.

    Untuk Desa Tertinggal yang berada di Kecamatan Kusan Hilir, yakni Desa Api Api, Pakatellu, Rantau Panjang Hilir, Mekarjaya, Batarang, Tanette, Satiung, Serdangan, MuarĂ¡ Pagatan Tengah, Pulau Satu, UPT Karya Bakti, dan Desa Penyolongan.

    Di Kecamatan Simpang Empat, ada Desa Pulau Panjang. Kecamatan Mantewe di Desa Gunung Raya dan Emil Baru. Kecamatan Kusan Hulu, ada Desa Emil Baru, Temunih, Batu Bulan, dan Desa sangat tertinggal yaitu Desa Dadap.

    Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri menyebut, masih banyaknya ditemukan Desa Tertinggal di 3 Kecamatan tersebut, terutama di Kecamatan Kusan Hilir yang mendominasi, adalah kurang cakapnya Sekdes berkoordinasi dengan para Kaur dalam mengatur pembangunan di desa.

    "Kebanyakan desa lebih mengutamakan pembangunan fhisik, daripada pemberdayaan masyarakat," ungkapnya disela kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan di Desa Hatiif, Kaamis (27/08/20).

    Masalahnya terutama ada di perencanaan lanjutnya, karena kebanyakan desa dalam percepatan pembangunan selalu mengutamakan pembangunan fhisik.

    "Namun saya berharap, pada Tahun 2022 mendatang akan terjadi perubahan, dan jumlah Desa Tertinggal akan berkurang, jika perlu tidak akan ada lagi. Untuk itu, para Kepala Desa dan perangkatnya dalam percepatan pembangunan desa bisa keluar dari zona IDM Desa Tertinggal, melalui presentasi pembiayaan pemberdayaan masyarakat, peningkatan pembiayaan kesehatan, peningkatan ekonomi dan SDM," pungkasnya.

    Aneh memang, beberapa desa tersebut berada tak jauh dari perkotaan, terutama yang berada di Kecamatan Kusan Hilir, namun sangat disayangkan menjadi Desa Tertinggal. (M12)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Berita 2

    Beranda