Melalui juru bicaranya, Hj. Sarniah ST, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanah Bumbu menyampaikan Pemandangan Umum terhadap LPj APBD TA 2025.
Dalam penyampaiannya yang disampaikan pada Rapat Paripurna, Senin (15/06/25) di Ruang Utama Kantor DPRD Tanah Bumbu, Sarniah sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap raihan Opini WTP Pemkab Tanbu sebanyak 13 kali berturut turut.
Namun sebutnya, bahwa Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukanlah akhir dari tujuan pencapaian Tata Kelola Keuangan. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) barulah sebuah standar administratif baku. Kualitas dari pelaksanaan APBD yang sesungguhnya diukur dari seberapa besar stimulus fiskal anggaran mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia, serta menyelesaikan persoalan riil di bumi Bumi Bersujud.
Jangan terlena dan membuat kita bangga dengan itu semua, karena dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu masih banyak temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.
Kami apresiasi Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Yang disampaikan pada Paripurna yang lalu Dimana Laporan Realisasi Pendapatan Daerah melebihi Target yaitu 102,80% namun sangat disayangkan pada Target Belanja Daerah tidak mencapai Target sehingga dengan demikian secara otomatis menghasilkan Surplus. Yang mengakibatkan tingginya SILPA.
"Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dan menjadi cambuk semangat bagi kita semua untuk ke depan semakian giat untuk meningkatkan PAD Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya SKPD yang mempunyai potensi untuk meningkatkan PAD. Demi untuk kesejahteraan Masyarakat Tanah Bumbu ini," pungkasnya.
Selain Fraksi PDI Perjuangan, pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I, H. Hasanuddin, Fraksi PAN, Fraksi PKB, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra dan Fraksi NasDem Sejahtera juga turut menyampaikan Pemandangan Umum nya. (Red)
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.