Tim SAR Gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini Selasa (15/9), 22 orang korban dalam keadaan selamat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Para korban selamat tersebut dibawa oleh Rigid Buoyant Boat (RBB) Lanal Banjarmasin yang sebelumnya berhasil dievakuasi oleh KM Cahaya Bahari Jaya dan ditransfer ke KRI Nala.
Pada pukul 11.23 WITA, helikopter HR-3601 tiba di Bandara Syamsudin Noor membawa dua korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dari TB Trans Coal Pacific. Disusul pada pukul 11.55 WITA, helikopter AS-365 P-3013 tiba di bandara yang sama dengan membawa dua korban meninggal dunia lainnya dari TB Trans Coal Pacific.
Hingga saat ini, sebanyak 114 telah dievakuasi, terdiri dari 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia serta 129 orang yang masih dalam pencarian dan menjadi fokus utama operasi SAR hari ketiga (H3).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii terus memantau pelaksanaan operasi SAR dan memastikan seluruh unsur SAR Gabungan mengoptimalkan upaya pencarian, baik melalui jalur laut maupun udara.
Sementara itu, unsur laut terus bergerak menuju area pencarian yang telah ditentukan. Operasi pencarian ini juga diperkuat unsur udara. Pesawat Cessna 208 Caravan telah melaksanakan kegiatan operasi dan tiba di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.40 WITA.
Operasi SAR hari ketiga ini diperkuat 1.097 personel yang terdiri atas Basarnas dan instansi pendukung SAR Laut TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, kapal pendukung, unsur udara, serta potensi SAR. Operasi tersebut didukung lima unit alut udara dan 17 unit alut laut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
“Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar,” ujar Mohammad Syafii.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih memprioritaskan pencarian terhadap 129 orang yang belum ditemukan. Selain mengoptimalkan penyisiran melalui Search and Rescue Unit (SRU) laut dan udara, tim juga terus melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan serta memperbarui data korban secara berkelanjutan.
Evaluasi terhadap area pencarian dilakukan berdasarkan perkembangan operasi, kondisi lingkungan, serta informasi terbaru yang diperoleh Tim SAR Gabungan di lapangan. (Rel)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.