Dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin AM, S. Ag, Rapat Dengar Pendapat Gabungan Komisi DPRD Tanah Bumbu terkait Pengelolaan Pelabuhan PT BIB yang dikelola oleh Desa Bupati Kecamatan Angsana mengalami stagnasi.
Digelar diruang Rapat Komisi Gabungan Kantor DPRD Tanah Bumbu, rapat yang dihadiri perwakilan PT Borneo Indobara (BIB), Kasipem Kecamatan Angsana, Sekretaris Camat Sungai Loban, Kepala Desa Sebamban Baru, dan puluhan perwakilan masyarakat tersebut ditunda, karena tak ada unsur Pemerintahan Desa Bupati yang berhadir.
Dalam rapat, Kepala Desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban, Huri Alianor meminta pihak perusahaan agar memberikan slot pekerjaan kepada warga Desa Sebamban Baru, mengingat besar dugaan salah satu Kompeyor berada di wilayah Desa Sebamban Baru.
"Kami tidak akan mengurangi sepersen pun hasil yang didapat oleh warga Desa Bunati, dan karena perusahaan memiliki 3 Kompeyor pelabuhan, kami hanya ingin satu saja diserahkan kepada kami pengelolaannya," pintanya.
Sementara pihak perusahaan PT BIB yang diwakili oleh Humas Yuda mengatakan, apa pun keputusan yang dihasilkan dalam rapat akan dibawa ke pimpinan management. Selain itu, tapal batas antar Desa antar Kecamatan juga belum bisa dipastikan, hingga pihak perusahaan belum bisa memberikan keputusan.
Dengan tidak adanya keputusan yang didapat, akhirnya Pimpinan Rapat kemudian memberikan waktu bagi ke 2 Muspica, Angsana dan Sungai Loban, Pemdes Sebamban Baru dan Pemdes Bunati untuk melakukan pertemuan dengan difasilitasi oleh pihak perusahaan PT BIB. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.