Berantas Hama Tikus Sawah, Pemkab Tanbu dan Babinsa Gelar Gropyokan - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Rabu, 25 Februari 2015

    Berantas Hama Tikus Sawah, Pemkab Tanbu dan Babinsa Gelar Gropyokan

    Bidik Kalsel -
    Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) melaksanakan kegiatan "gropyokan" (beramai-ramai berburu) hama tikus sawah di Desa Sungai Rukam Kecamatan Kusan Hulu, Selasa (24/02/15).

    Kegiatan tersebut juga melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pengendali Orgasme Pengganggu Tanaman (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mantri Tani, Brigade Proyeksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Laboratorium Agen Hayati Mudalang, serta Koramil setempat.

    Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim mengatakan, kegiatan gropyokan pengendalian hama tikus sawah tersebut dalam rangka mewujudkan Program Nasional, yaitu pencapaian Swasembada Pangan Tahun 2017, khususnya Swasembada Beras.

    Pada Tahun 2015, ujar Abdul Karim, akan ada 10 titik kegiatan pengendalian hama tikus sawah yang dilaksanakan dan dananya bersumber dari APBD Tanbu.

    "Sebelumnya, kegiatan yang sama juga telah kami laksanakan di Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Hilir," ujar Abdul Karim.
    Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan, Sri Yuliati mengatakan, saat ini tanaman padi di Desa Sungai Rukam sudah memasuki musim panen dan bertepatan pula dengan musim tikus sawah bereproduksi. Untuk itu maka Pemkab Tanbu turun kelapangan membantu para petani untuk mengendalikan hama tikus tersebut sehingga tidak merusak tanaman padi petani yang akan panen.
    Sasaran pengendalian hama tikus tersebut, yaitu dengan berburu tikus digalangan sawah yang menjadi sarang tikus.

    "Secara bersamaan kita turun kesawah membuka galangan sawah dan berburu tikus di lubang-lubang yang menjadi sarang tikus sawah. Setelah menemukan lubang tikus kita lakukan Tiran atau pengasapan dengan belerang, sehingga tikus-tikus tersebut keluar dari sarangnya dan dipukul hingga mati," ujar Sri Yuliati.

    Ditambahkannya, selain menggunakan Tiran, digunakan juga Kleret yang diletakkan dilubang yang menjadi sarang tikus. Sedangkan areal sawah di Kecamatan Kusan Hulu yang menjadi objek gropyokan seluas 400 herktar dengan areal siap panen seluas 200 hektar.

    Selain menggelar gropyokan, Distanpanak Tanbu juga membagikan secara gratis racun tikus kepada para petani untuk mengurangi berkembangbiaknya hama tikus sawah.

    Menurut Sri Hayati, selain dengan gropyokan, cara efektif lainnya untuk menyelamatkan tanaman padi yang akan panen dan tidak diserang hama tikus sawah, yaitu dengan cara membuat kandang plastik di areal persawahan, memasang perangkap tikus, serta para petani menerapkan tanam serempak.

    "Dengan tanam serempak tentunya akan mencegah berkembangbiak secara berkelanjutan dari hama tikus sawah tersebut. jika tidak tanam serempak, maka padi yang menjadi makanan tikus akan selalu tersedia sehingga perkembangbiakan tikus sawah akan selalu ada," ujar Sri Yuliati.

    Secara terpisah, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming mengatakan, kegiatan gropyokan tersebut merupakan solusi dari Pemkab Tanbu melalui Distanpanak Tanbu untuk mengendalikan hama tikus sawah yang menjadi musuh utama para petani.

    "Cara gropyokan seperti ini merupakan cara yang paling efektif untuk membasmi tikus sawah dan mematikan populasinya," kata Bupati.

    Menurut Bupati, hama tikus sawah jika tidak dibasmi dan dikendalikan, maka akan berpengaruh pula pada hasil panen para petani dan juga akan berdampak pada pendapatan ekonomi petani itu sendiri.(MN/hum)
     












    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda