Hardiyandi SH : Bupati Kotabaru 'Masuk Angin' - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Selasa, 10 Februari 2015

    Hardiyandi SH : Bupati Kotabaru 'Masuk Angin'



    Bidik Kalsel -
    Tudingan Bupati Kotabaru 'Masuk Angin' disuarakan oleh Ketua Lembaga Penyelidik, Pemantau, Pemberantas Korupsi (LP3K RI Kotabaru), Hardiyandi SH terkait akan adanya penambangan di Pulau Laut Kotabaru.

    Menurut Hardiyandi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Tungku mengungkapkan, awal Pilkada 2004 lalu, Irhami Ridjani menyuarakan dan menolak keras terhadap adanya kegiatan pertambangan di Pulau Laut Kotabaru.

    "Pada saat mencalon menjadi Bupati Kotabaru, Irhami berkomitmen tegas menolak adanya penambangan di Pulau Laut Kotabaru. Oleh karena itu saya mau terlibat didalam Tim Sukses kampanye dan menjadi jurkam nya," ujar Bang Tungku mengungkapkan kekecewaannya.

    Ditambahkan Bang Tungku, didalam aksi kampanye nya, Irhami menyebut, jika dia menjadi Bupati Kotabaru, dia akan menolak penambangan di Pulau Laut dan itu sesuai dengan Perbup Nomor 30 Tahun 2004 yang dikeluarkan oleh Bupati Sjahrani Mataja tentang Larangan Penambangan di Pulau Laut Kotabaru.

    "Jangan pilih calon lain yang akan menambang Pulau Laut, begitu yang dikatakan Irhami waktu itu," ucap Bang Tungku menceritakan.

    Diungkapnya lagi, beberapa bulan setelah terpilih menjadi Bupati Kotabaru, Irhami Ridjani saat ditemuinya bersama beberapa rekannya dikediaman, dan menanyakan komitmen aksi keras penolakan penambangan di Pulau Laut, ternyata sikap Irhami waktu itu berubah dan melemah.

    "Saya tidak mampu menahan untuk tidak terjadi penambangan di Pulau Laut. Saya takut dipenjarakan orang, dan apabila dituntut perdata Rp 1 Trilyun, saya tidak mampu membayarnya, kata Irhami waktu itu," sebut Bang Tungku lagi.

    Dengan melemahnya sikap dan tidak komitmennya Irhami Ridjani, LP3K RI Kotabaru bersama masyarakat berencana akan turun kejalan melakukan aksi protes keras penolakan 'Penambangan Pulau Laut'.

    Adapun rencana aksi turun kejalan tersebut, pada Senin (16/02/15) mendatang yang agendanya akan meminta pihak DPRD Kotabaru untuk memanggil pihak-pihak terkait. Minta penjelasan sumbangan pihak ke-3 yang sudah diterima Pemkab Kotabaru dari Tahun 2010-2015 dan hal lainnya.

    "Kepada masyaraka luas akan kita himbau untuk berpartisifasi dan turut serta dalam aksi itu, karena sudah saatnya kita memilih calon pemimpin yang benar benar komit dan tidak ingkar janji, yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat luas, agar pemerataan pembangunan terlihat nampak dan jelas," pungkasnya.(Red)










    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda