Regenerasi Lahan Usaha Dengan Penerapan SL-GAP - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Senin, 25 Januari 2016

    Regenerasi Lahan Usaha Dengan Penerapan SL-GAP



    Tanah Bumbu -
    Guna memperbaiki proses produksi budidaya tanaman menjadi ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas produk agar sesuai standar uji kualitas produk dan meregenerasi lahan usaha, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Kabupaten Tanah Bumbu menyelenggarakan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL GAP).

    Menurut Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim, era pasar bebas menghendaki produk yang aman konsumsi, bermutu, dan diproduksi secara ramah lingkungan serta berdaya saing. Terlebih dalam menghadapi ASEAN Economic Community yang berlaku sejak 31 Desember 2015 yang lalu.

    Untuk itu, Pemerintah Daerah berkomitmen dan terus berupaya meningkatkan daya saing produk yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Tanah Bumbu, sehingga dapat bersaing dengan produk luar.

    "Kondisi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah konkrit di tingkat Kelompok Tani/Gapoktan agar mampu memenuhi persyaratan yang di inginkan Pasar Regional ASEAN," kata Abdul Karim saat membuka Sekolah Lapang - Good Agricultural Practices (SL-GAP) khusus Tanaman Cabai, Selasa (19/01/16) di Desa Giri Mulya Kecamatan Kuranji.

    Dikatakan Abdul Karim, diselenggarakannya SL-GAP, juga berfungsi sebagai percontohan tekhnologi dalam penerapan Good Agriculture Practices / Standart Operasional Prosedure (GAP / SOP) di kawasan sentral dan pengembangan cabai.

    Pada kegiatan SL-GAP tersebut, seluruh kriteria pedoman budidaya cabai yang baik akan diedukasikan dan dipraktekkan.

    "Tujuannya adalah agar Kelompok Tani / Gapoktan mampu menghasilkan produk cabai yang aman konsumsi, bermutu dan berdaya saing melalui penerapan tekhnologi budidaya ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan Pasar Domestik maupun Ekspor," ujarnya.

    Sasaran penerapan pelaksanaan kegiatan SL-GAP adalah untuk mempercepat penerapan GAP / SOP oleh Kelompok Tani / Gapoktan. Secara khusus dengan penerapan SL-GAP diharapkan lahan usaha tersebut siap di regenerasi.

    Untuk pelaksanaan SL-GAP, tambahnya, di selenggarakan sebanyak 10 Pertemuan. Dalam pertemuan dengan Kelompok Tani dilakukan proses transfer ilmu dari Petugas ke Kelompok Tani penerima kegiatan, serta penerapan aplikasi jaringan irigasi tetes.

    "Adapun narasumber pada SL-GAP tersebut, yaitu petugas dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Tanah Bumbu," pungkasnya. (MN/hum)







    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda