Dinkes Kotabaru Sosialisasi Edukasi TBC di Ponpes Nurul Abshor - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 12,97 Juta Kali

    Minggu, 31 Maret 2019

    Dinkes Kotabaru Sosialisasi Edukasi TBC di Ponpes Nurul Abshor

    Kotabaru -
    Dengan mengangkat tema "Saatnya Indonesia Bebas Tuberkulosis", Dinkes Propinsi Kalsel melalui Dinkes Kotabaru mengadakan kegiatan Diseminasi Informasi Intensifikasi Deteksi Dini Program TBC di Ponpes Nurul Abshor Stagen, Sabtu (30/03/19).

    Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Ahmad Rivai menyampaikan penjelasan dampak terhadap penemuan penderita sedini mungkin, sehingga tidak ada penderita yang putus obat atau gagal pengobatan.

    Ahmad Rivai menjelaskan, penyakit TBC merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius di tingkat global. Oleh karena itu, mengapa TBC perlu dieliminasi, hal ini dikarenakan bahwa TBC menular, sehingga menjadi ancaman serius bagi setiap negara.

    "Pengobatan TBC tidak mudah dan murah. TBC yang tidak ditangani hingga tuntas menyebabkan resistensi obat dan TBC menular dengan mudah, yakni melalui udara yang berpotensi menyebar dilingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, pondok pesantren, dan tempat umum lainnya," terang Rivai.

    Berdasarkan data di Kabupaten Kotabaru tambahnya, penemuan kasus TBC untuk semua kategori hingga saat ini sebesar 37,1 persen dari 998 kasus. Dimana masih rendahnya atau berkisar 24,4 persen penderita TBC yang melaksanakan konversi atau pemeriksaan dahak setelah 2 bulan pengobatan, juga angka kesembuhan atau penderita dengan pengobatan lengkap masih rendah berkisar 52,4 persen.

    Menurutnya, rendahnya penemuan kasus TBC tersebut disebabkan masih banyaknya petugas yang tidak terlatih, penemuan penderita yang bersifat pasif, dan program ketuk pintu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    "Disamping itu juga, pengobatan yang tidak tuntas atau putus obat berpengaruh kepada angka kesembuhan pada penderita itu sendiri, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap resistensi obat TBC," pungkasnya.

    Acara dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Anshor Stagen, KH. Yusi Firmani beserta 80 Santri/Santriwati Ponpes dan Narasumber dari Dinas Kesehatan Kotabaru. (ebet /rell)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda