Prihatin PAD Masih Rendah, DPRD Tanah Bumbu Dorong Pendapatan Melalui Jalur Catering - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    1 / 6
    2 / 6
    3 / 6
    4 / 6
    5 / 6
    6 / 6

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Rabu, 09 Maret 2022

    Prihatin PAD Masih Rendah, DPRD Tanah Bumbu Dorong Pendapatan Melalui Jalur Catering

    Tanah Bumbu -
    Dihadiri Bapenda, Disnakertrans dan PT. BIBI serta semua kontraktor atas Penyedia Catering, Gabungan Komisi DPRD Tanah Bumbu menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait Optimalisasi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Selasa (08/03/22).

    Menurut pimpinan rapat, H. Bahsanuddin dalam kesempatan itu mengatakan, rapat digelar untuk mengetahui berapa PAD yang bisa diraih dari jalur catering ini, mengingat banyaknya jumlah karyawan perusahaan yang terlayani oleh jasa penyedia makanan (catering).

    "Data sementara yang kami dapat, untuk Tahun 2021 PAD untuk bidang catering dari beberapa pengelola rumah makan, instansi dan yang lainnya adalah sebesar hampir Rp 12 Milyar, ini pun masih ada yang nunggak sekitar Rp. 3 Milyar. Untuk itulah mengingat banyaknya jumlah karyawan yang ada diperusahaan PT. BIB, kami ingin tahu berapa catering yang melayani dan berapa jumlah karyawan yang dilayani melalui jasa penyedia makanan," ungkap Bahsanuddin.

    Selain itu tambahnya, kami berharap dari target Rp 7,3 Milyar pertahun, catering yang melayani pihak perusahaan bisa mendongkrak PAD tersebut.

    Sementara Anggota DPRD Parman,S menyampaikan, sangat tidak seimbang antara APBD dengan PAD. APBD yang hampir mencapai Rp 2 Trilyun tersebut seharusnya diimbangi PAD setidaknya 280 Milyar, bukan sebesar Rp. 170 Milyar.

    "Kami hanya menginginkan agar PAD dari jalur catering ini bisa mengimbangi, hingga target betul-betul bisa terealisasi dengan kondisi tanpa harus memaksa salah satu pihak pelaksana, tapi memang ini berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Jadi dimanapun Bapak Ibu berusaha, kami gali potensinya sesuai dengan perundang-undangan yang ada," jelas Parman.

    Kami tidak ada niatan untuk memberatkan masyarakat sambungnya, tapi semua kita kembalikan kepada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

    Sementara perwakilan PT. Borneo Indo Bara, Reza mengatakan, untuk jumlah keseluruhan karyawan sebanyak hampir 10 ribu, terdiri dari karyawan PT. BIB dan karyawan kontrakator yang bernaung dibawah bendera PT. BIB.

    "PT. BIB hanya memiliki 1 pengelola penyedia makanan, dan setiap produksinya berjumlah 1000 paket untuk melayani karyawan sendiri dan sub kontraktor," ungkap Reza.

    Dalam proses penyediaannya sambung Reza, kami merangkul dan menggandeng warga sekitar, baik dari segi pengerjaannya maupun dari pengadaan bahan makanannya

    "Kami berdayakan masyarakat sekitar dan menggunakan potensi lokal yang ada. Prioritas pada wilayah Ring Satu, Dua, Tiga dan seterusnya hingga lingkup Kalsel. Kecuali memang sudah tak ada lagi, baru menerima dari luar Kalsel, dan itu pun adalah yang memang memiliki skill khusus dan terlatih," pungkasnya.

    Mendengar apa yang disampaikan oleh pihak PT. BIB, Pimpinan Rapat bersama Anggota DPRD lainnya kemudian melakukan penghitungan dari jumlah porsi yang disediakan oleh penyedia makanan.

    Dalam hitungan mereka, dari kontribusi catering yang dilakukan oleh jajaran PT. BIB sudah bisa menghasilkan PAD sebesar hampir Rp 6 Milyar pertahunnya.

    "Jika satu perusahaan saja sudah bisa meraih PAD sebesar Rp 6 Milyar, saya yakin target PAD pada Tahun ini sangat terlampaui jika semua perusahaan ikut berkontribusi. Ini adalah hal yang menggembirakan buat daerah, dan bisa dipastikan pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu akan terus berjalan sesuai apa yang diharapkan," pungkas Bahsanuddin. (Red)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda