Bang Dhin : Sudah Saatnya Penanganan Sampah Perkotaan Banjarmasin Diperbaiki - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    1 / 6
    2 / 6
    3 / 6
    4 / 6
    5 / 6
    6 / 6

    ©Bidik Kalsel

    Website Ini Telah Dilihat 11,67 Juta Kali

    Sabtu, 28 Januari 2023

    Bang Dhin : Sudah Saatnya Penanganan Sampah Perkotaan Banjarmasin Diperbaiki

    Banjarmasin -
    Mengaku sering melintasi sudut kota Banjarmasin, Wakil Ketua DPRD Kalsel M. Syaripuddin, SE, M.AP menilai penanganan sampah di Kota Banjarmasin sudah saat diperbaiki.

    Menurutnya, permasalahan sampah adalah masalah besar yang harus dituntaskan oleh Pemprop Kalsel, baik yang di jalanan maupun yang di sungai-sungai.

    Hal ini disuarakannya pada Diskusi dan Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan yang dihelat Baguna DPD PDI Perjuangan Kalsel, Sabtu (28/01/23) di pinggiran Sungai Martapura tepatnya Kampung Hijau Sungai Bilu.

    Pada acara yang dihadiri Narasumber dari DLH Banjarmasin serta TPA Regional Banjarbakula. Pria yang akrab disebut Bang Dhin ini menyebut, saat ini langkah penanganan sampah oleh Pemko Banjarmasin masih kurang optimal, apalagi di jam tertentu tumpukan sampah sampai memakan separuh badan jalan, seperti di Jalan Lingkar tidak jauh dari TK/SD Ukhuwah.

    Bang Dhin menilai, selama ini sepertinya Pemko Banjarmasin masih kewalahan dalam penanganan sampah, sehingga muncul anggapan bahwa pemerintah bekerja asal ada dan asal asalan. Belum lagi masalah sampah sungai yang sudah pasti harus kolaborasi dengan kabupaten yang berbatasan, seringkali malah dijadikan alasan bahwa sampah yang melintas itu bukan kewenangan pemerintah kota, karena asalnya dari kabupaten lain.

    Maka dari itu, Bang Dhin mengusulkan Pemko Banjarmasin membuat grand desain penanganan sampah perkotaan secara holistik, mulai dari penanaman kesadaran kepada warga, aturan, sanksi dan penatalaksanaan sampah itu sendiri.

    Adapun gelaran diskusi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Partai dan HUT Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, serta melibatkan warga Kampung Hijau sebagai peserta aktif untuk diberikan wawasan dan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan.

    Tidak sekedar diskusi, tapi acara langsung dilanjutkan dengan aksi nyata bersih-bersih pinggiran Sungai Martapura, dan setiap kilogram sampah akan dihargai dalam bentuk uang pembinaan.

    “Kami berharap warga kota bersemangat menjaga kebersihan dan mencintai alam, apalagi status kampung hijau merupakan destinasi wisata pinggiran sungai, maka sudah sepantasnya warga diberikan pemahaman dan pengayoman dalam menjaga lingkungannya”, pungkas Bang Dhin. (Rel)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda