DPRD Tanah Bumbu Panggil PLN dan PT Air Minum Bersujud, Pertanyakan Penyebab Pemadaman Bergilir dan Pasokan Air Bersih - BIDIK KALSEL

  • Membidik ke Segala Arah

    ©Bidik Kalsel

    Anda Pengunjung ke 14.185.196

    Selasa, 04 Agustus 2026

    DPRD Tanah Bumbu Panggil PLN dan PT Air Minum Bersujud, Pertanyakan Penyebab Pemadaman Bergilir dan Pasokan Air Bersih

    Tanah Bumbu -
    Terkait Pemadaman Listrik Bergilir dan Suplay Air Bersih, DPRD Tanah Bumbu menggelar Rapat Kerja Gabungan Komisi, Selasa (04/08/26) di ruangan rapat gabungan Kantor DPRD Tanah Bumbu. 

    Rapat dipimpin Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, dengan didampingi Wakil Ketua I H. Hasanuddin, dan dihadiri Ketua Komisi III Andi Sadar Wijaya, Ketua Komisi II Andi Erwin Prasetya, Ketua BK DPRD Tanbu Abdul Rahim serta Anggota DPRD Tanbu lainnya.

    Hadir pula Komisaris PT Air Minum Bersujud, Eryanto Rais selaku Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Kabag Perekonomian dan SDA, Plt Direktur PT AM Bersujud beserta staf, Manager PLN Cabang Batulicin, Azmi Muharom, para perwakilan UMKM, dan Tenaga Ahli DPRD Tanah Bumbu.

    Dalam rapat kerja tersebut, Pimpinan Rapat mempertanyakan penyebab dan kendala pemadaman listrik kepada pihak PLN, dan tersendatnya pasukan air bersih oleh PT Air Minum Bersujud.

    Manager PLN Cabang Batulicin (Kepala ULP Batulicin), Azmi Muharom menjelaskan, adanya kerusakan Dinamo Pembangkit PLTU Asam Asam, PLTU Tanjung dan SKS Kalteng.

    "Pada akhir Juli PLTU Tanjung sudah selesai perbaikan, PLTU Kalteng pada Tanggal 5 Agustus ini akan membaik dan normal namun masih status siaga. Dalam perhitungan teknis, semiga di tanggal 23 Agustus PLTU Asam Asam sudah masuk jaringan dan kembali normal," terang Azmi.

    Sementara Plt Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo mengatakan, tersendatnya suplay air bersih dikarenakan adanya pemadaman listrik dan kendala operasional dilapangan.

    "Sistem distribusi sangat bergantung pada pasokan listrik PLN, jika listrik padam maka seluruh pompa akan berhenti dan air tidak dapat diproduksi dan didistribusikan hingga seluruh pelayanan akan terganggu," ungkap Dwi.

    Jika terjadi pemadaman sambungnya, Intake berhenti beroperasi, produksi IPA berhenti, Booster berhenti bekerja, distribusi air terhenti, tekanan jaringan turun hingga nol, pipa distribusi menjadi kosong.

    "Meskipun listrik menyala setelah pemadaman, air bersih belum bisa didistribusikan karena kekosongan air pada jaringan perpipaan, mengeluarkan udara dalam jaringan, dan membangun kembali tekanan. Semakin jauh lokasi pelanggan, semakin lama waktu normalisasi," jelasnya.

    Penanganan jangka pendek, sambungnya lagi, kami telah menyewa sebanyak 3 Mesin Genset agar suplay air bersih tetap berjalan, dan mendistribusikan air bersih melalui mobil tanki kepada para pelanggan. (Red) 















    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.

    Beranda