Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi E-Monev Pro Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Jumat (13/02/26).
Kegiatan ini menjadi momentum strategi dalam memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) berbasis digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Bupati Andi Rudi Latif mengatakan Bimtek E-Monev Pro menjadi langkah strategis mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Digitalisasi pemantauan dan evaluasi memastikan program tepat sasaran, anggaran efisien, serta kinerja optimal.
Upaya ini diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Tanah Bumbu.
Secara khusus, Bupati memberikan perhatian kepada Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan di setiap perangkat daerah. Mereka disebut sebagai elemen teknokratik yang menentukan kualitas indikator kinerja, target tahunan, output dan outcome program, hingga integrasi perencanaan dengan penganggaran. Kesalahan dalam menetapkan indikator atau target yang dinilai berdampak pada ketidaktepatan kebijakan dan inefisiensi anggaran.
Dalam arahannya, Bupati juga menekankan perubahan paradigma dari perencanaan inkremental menuju perencanaan transformasional. Perencanaan tidak lagi sekedar menambah atau mengurangi program dari tahun sebelumnya, melainkan harus berani menciptakan perubahan nyata dalam struktur ekonomi, sosial, dan pelayanan publik. Begitu pula dengan penganggaran, yang harus beralih dari penganggaran inkremental menjadi penganggaran berbasis hasil.
Digitalisasi menjadi salah satu penekanan utama dalam Bimtek tersebut. E-Monev dan e-SAKIP dipandang bukan sekedar aplikasi, melainkan platform manajemen kinerja berbasis data real time yang memungkinkan pimpinan daerah memantau capaian program, realisasi anggaran, keterlambatan risiko, serta kinerja perangkat daerah secara terintegrasi.
Bupati menyampaikan lima arah strategi, yakni perencanaan berdasarkan data dan bukti, indikator kinerja yang SMART, penganggaran yang dikaitkan dengan hasil, evaluasi independen yang ditindaklanjuti, serta tanggung jawab kolektif seluruh pimpinan perangkat daerah terhadap hasil kinerja.
Ia mengajak seluruh peserta Bimtek untuk menjadi perencana strategi, manajer kinerja, dan agen transformasi birokrasi. Setelah kegiatan ini, setiap perangkat daerah diminta memperbaiki indikator kinerja, mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran, serta menggunakan e-SAKIP dan e-Monev secara disiplin dengan pendampingan berkelanjutan dari Inspektorat dan Bagian Organisasi.
Bimtek menghadirkan narasumber Direktur Pusat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Jakarta, Andi Erwing. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Staf Ahli, Asisten, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kabupaten Tanah Bumbu, serta para Kasubbag yang menangani pelaporan pada SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang cepat, profesional, adaptif, kolaboratif, dan berbasis data demi mewujudkan pembangunan daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat. (Rel)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar tapi jangan bernuansa SARA.